KEMESRAAN TAK TERLIHAT.
KEMESERAAN TAK TERLIHAT.
Genting dan tangganya akan ku pasang sendiri dengan usaha kerja keras dan doa yang selalu ku panjatkan agar aku dapat membahagiakanmu. Segala puji bagi allah yang telah mempertemukan aku dengan dia. Jauh sebelum aku memandang wajahnya, hati ini bergetar dan terketuk saat pertama kali aku mendengar nama dia dalam telingaku. Telinga yang tuli di saat mendengar berita dan informasi yang tidak baik apalagi tidak menyehatkan. Saringan volume pendengaranku laksana saringan putih kecil-kecil yang tidak muat jikalau mendengar berita yang kotor, namun laksana gelombang deras jikalau mendengar berita tentang kebaikan dan keindahan.
Iya berita itu tentang nama dia, nama yang terlukis kan dengan indah di dalam lubuk hati yang paling dalam. Lantunan syair nada cinta membersamai sebutan nama dia dengan sejuta irama sahdunya. Nama yang begitu indah terlukis dalam dinding-dinding jiwa dan batin ini, gelora jiwa yang menggebu-gebu dengan satu bait nafas cinta kasih dan sayang.
Dengan atas nama cinta, kasih dan sayang ku kepadamu. Jiwa ini selalu bergelora, hati ini selalu tersentuh mesra untuk ingin segera mengenalmu dan ingin dekat denganmu. Kehendak itu selalu terus menerus menghamba pada hati yang gelisah karena ingin segera bertemu denganmu. Kegundahan itu terobati dengan terbangunnya sebuah romantisme komunikasi yang baik sebelum pandangan pertama itu dipertemukan. Rasa malu yang dirasakan untuk melihat dan menatap wajah cantiknya. Dia pun begitu, dia malu untuk langsung menatap dan melihat wajahku.
Dua intan permata itu seolah-olah membungkus diri dalam suatu ruang berlian untuk membuka perasaan yang terpendam di dalam hatinya. Perasaan yang dihiasi dengan cinta suci dan cinta tulus itu membentuk satu tinta hitam dalam satu buku nikah untuk membangun sebuah rumah tangga kehidupan keluarga bersama bersama anak cucu nantinya selama-lamanya.
Amin ya rabbal alamin
By: Wafi&Lisna
Komentar
Posting Komentar