Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

JIWA YANG TENANG HATI YANG SUCI

JIWA YANG TENANG HATI YANG SUCI Semesta memberikan banyak keindahan bagi kehidupan manusia, serta memberikan ketenangan dengan segala estetikanya. Tiada akan habisnya semuanya itu, bahkan semakin kehidupan manusia berkembang dan maju, berkembang dan maju pula keindahan alam semesta itu. Lantaran tangan tangan manusia dengan segala kearifannya dan dengan segala kebijaksanaannya. Dengan segala akal fikiran jeniusnya, manusia mampu membuat sesuatu yang sederhana akan menjadi berjuta gemerlap keindahannya. Kearifan dan kejeniusan yang dimiliki oleh akal fikiran manusia, maka alam semesta ini akan menjadi surga bagi kehidupan manusia di dunia ini.  Kebijaksanaan kehidupan manusia akan membawa kemajuan bagi dunia dan seisinya. Untuk mengantarkan pada keindahan itu, maka perlu tangan-tangan manusia yang memiliki paradigma progresif sehingga mampu membangun sudut-sudut peradaban yang positif. 

Dunia Terbalik

DUNIA TERBALIK Banyak yang berbicara tentang kejujuran, namun ternyata mereka itulah yang sering kali melakukan kebohongan. Banyak dari mereka yang menyakiti hati seseorang, tapi seolah olah mereka yang tersakiti. Inginnya di hargai, tapi dia tidak pernah menghargai orang lain, malah justru sering kali tidak menghargai keberadaannya. 

Dunia Efektifitas

Dalam situasi tertentu, mungkin boleh dan sah-sah saja membantu dalam urusan itu. 

HUBUNGAN KELUARGA YANG HARMONIS

Gambar
HUBUNGAN KELUARGA YANG HARMONIS Bila dirimu tidak memiliki rasa yang sama terhadapku, sebenarnya itu sudah menjadi pintu besar masuknya gelanggang kekosongan empati. Bukankah mereka yang sudah berkeluarga saling mengerti dan harus saling memahami di antara kedua. Saling peduli dan saling perhatian kepada sesama di antara keduanya. Itulah yang pertama kali harus di bangun dalam membangun mahligai rumah tangga yang bahagia.  Sama halnya ketika keluarga salah satu dari mereka ada kegiatan atau ada acara yang itu butuh kehadiran dirinya, maka seyogyanya kamu harus ikut membersamainya bersamanya untuk datang kepada keluarga kekasihnya tersebut. Rasa empati itu harus hadir dan datang kepada dirimu sendiri penuh dengan kesadaran, bahwa keluarga kekasihmu itu adalah keluarga kamu juga. Sama halnya dengan aku, jika keluarga kamu ada kegiatan atau ada acara, aku akan hadir dan datang membersamai mu sama halnya kamu membersamai ku di saat ada kepentingan keluarga.  Masalah in...